Tip dan Trik

Mengkompresi Folder System dengan Aplikasi CompactGUI di Windows

Saat ini harga hard disk (Hard Disk Drive = HDD) sudah semakin murah dan terjangkau. Sering kita lihat banyak toko online menjual laptop dengan hard disk sebesar  1TB. Piranti penyimpanan yang baru dan masih mahal harganya adalah SSD (Solid State Drive). Harga SSD berkapasitas 250GB bisa mencapai 2 juta rupiah (tahun 2017).  Tidak hanya harga yang lebih mahal daripada HDD, juga SSD memiliki bentuk yang jauh lebih kecil dan ringan sehingga pas di laptop yang berukuran lebih kecil. Selain itu akses read/write nya pun jauh lebih cepat daripada HDD sehingga ideal untuk dijadikan drive boot pada komputer.  Laptop yang memiliki  250GB SSD, sejalan dengan pemakaian setiap hari, tentu akan menjadi cepat penuh  terisi. Mungkin Anda sudah mengambil keputusan bijak yaitu menggunakan SSD untuk mempercepat kinerja laptop, tetapi ruang kosong yang tersedia semakin sedikit. Jika demikian, Anda bisa mengkompres file-file dengan menggunakan perintah baris Compact bawaan Windows.

Harus dipahami disini bahwa kompresi tidak berarti Anda membuat file arsip. Mengkompresi file atau folder dengan perintah Compact di sini berarti mengurangi ukuran filenya. File aslinya tetap tidak berubah. Tidak berganti ekstensi menjadi RAR, TAR, atau ZIP. Anda bisa mengkompresi folder program dan aplikasi seperti ini dan tetap bisa berjalan sempruna.

CompactGUI

Perintah baris (command line) Compact adalah aplikasi perkakas built-in yang ada di Windows  yang bisa mereduksi ukuran folder pada media penyimpanan Anda. Bisa dijalankan melalui command line tetapi tidak semua orang merasa nyaman menjalankan perintah melalui command prompt. Jika Anda tidak mau repot mengetikkan perintah di command prompt dan hanya mau mengkompres file dan folder, maka Anda bisa menggunakan CompactGUI. Aplikasi ini memiliki antarmuka grafis yang sangat mudah dipahami. Silahkan unduh dan jalankan CompactGUI untuk memudahkan proses kompresi.

Pilih folder yang mau dikompres, pilih metode kompresi , dan klik tombol ‘Compress folder’.

Sekarang misalnya kita coba mengkompres folder Adobe. Anda bisa lihat ukurannya sebelum dikompres yaitu  1.22GB.

Lama proses pengkompresian tergantung dari metode kompresi yang dipilih. Metode default tidak memerlukan waktu lama untuk mengkompres folder  sebesar 1.22GB dan akhirnya mereduksinya menjadi 695MB – kira-kira berkurang menjadi setengah dari ukuran awalnya.

Anda bisa menggunakan aplikasi ini pada HDD atau SSD, tetapi tentu saja akan lebih berguna jika digunakan pada SSD yang berkapasitas kecil.

Jika Anda menggunakan Windows Compact Tool untuk mengkompresi folder, Anda bisa menandainya sehingga jika ada file dan folder baru yang nanti tersimpan  ke folder itu maka akan otomatis terkompres. CompactGUI memiliki opsi juga untuk menandai/mark sebuah folder dengan cara yang sama. Juga tersedia opsi untuk mengkompres file sistem dan file tersembunyi. Secara default, dia akan mengkompresi semua sub-folders yang ada di dalam folder yang Anda pilih.

Namun demikian CompactGUI hanya bisa mengkompresi folder saja. Sedangkan dengan perintah baris Compact bawaan Windows bisa mengkompresi file dan drive. Jadi jika Anda ingin mengkompresi file dan drive, silahkan melakukannya melalui Command line (perintah baris).

Penjelasan parameter dan syntax perintah baris  untuk Compact bisa Anda temukan   di link Microsoft’s Technet ini.

Alat Kantor Lainnya

Leave a Comment

20 + five =